Kitab-kitab pada masa pemerintah kerajaan majapahit

  • Kitab Negarakertagama (Mpu Prapanca) yaitu tentang keadaan kota Majapahit.
  • Kitab Sutasoma (Mpu Tantular) yaitu tentang riwayat sutasoma.
  • Kitab Arjunawijaya (Mpu Tantular) yaitu tentang raksasa yang berhasil dikalahkan Arjuna Sasrabahu.
  • Kitab Kunjarakarna yaitu tentang raksasa Kunjarakarna yang ingin menjadi manusia.
  • Kitab Prathayaina yaitu keadaan Pandhawa setelah kalah main dadu akhirnya mereka mengembara ke hutan.
  • Kitab Pararaton yaitu tentang dongeng raja raja Singasari dan Majapahit.
  • Kitab Sudayana yaitu kitab tentang peristiwa Bubat.
  • Kitab Sorandakan yaitu tentang pemberontakan Sora terhadap raja Jayanegara di Lumajang.
  • Kitab Ranggalawe yaitu pemberontakan Ranggalawe dari Tuban terhadap Jayanegara.
  • Kitab Panjiwijaya Krama yaitu tentang riwayat Raden Wijaya sampai menjadi Raja Majapahit.
  • Kitab Usana Jawa yaitu tentang penaklukan Bali oleh Gajah Mada dan Arya Damar.
  • Tantu Panggelaran yaitu tentang pemindahan Gunung Mahameru ke Pulau Jawa oleh Dewa Brahma,Wisnu dan Siwa.
  • Kitab Calon Arang yaitu tentang seorang tukang tunung yang bernama calon arang yang hidup pada masa pemerintahan Airlangga.
Iklan

Kitab-kitab pada masa pemerintah kerajaan majapahit

  • Kitab Negarakertagama (Mpu Prapanca) yaitu tentang keadaan kota Majapahit.
  • Kitab Sutasoma (Mpu Tantular) yaitu tentang riwayat sutasoma.
  • Kitab Arjunawijaya (Mpu Tantular) yaitu tentang raksasa yang berhasil dikalahkan Arjuna Sasrabahu.
  • Kitab Kunjarakarna yaitu tentang raksasa Kunjarakarna yang ingin menjadi manusia.
  • Kitab Prathayaina yaitu keadaan Pandhawa setelah kalah main dadu akhirnya mereka mengembara ke hutan.
  • Kitab Pararaton yaitu tentang dongeng raja raja Singasari dan Majapahit.
  • Kitab Sudayana yaitu kitab tentang peristiwa Bubat.
  • Kitab Sorandakan yaitu tentang pemberontakan Sora terhadap raja Jayanegara di Lumajang.
  • Kitab Ranggalawe yaitu pemberontakan Ranggalawe dari Tuban terhadap Jayanegara.
  • Kitab Panjiwijaya Krama yaitu tentang riwayat Raden Wijaya sampai menjadi Raja Majapahit.
  • Kitab Usana Jawa yaitu tentang penaklukan Bali oleh Gajah Mada dan Arya Damar.
  • Tantu Panggelaran yaitu tentang pemindahan Gunung Mahameru ke Pulau Jawa oleh Dewa Brahma,Wisnu dan Siwa.
  • Kitab Calon Arang yaitu tentang seorang tukang tunung yang bernama calon arang yang hidup pada masa pemerintahan Airlangga.

Sejarah Rakyat Riau Angkat Senjata

Di samping menguasai Malaka, VOC juga mulai mengincar Kepulauan Riau,dengan politik memecah belah.Kerajaan-kerajaan kecil seperti Siak, Indragiri, Rokan dan Kampar mulai terdesak oleh ambisi monopoli dan tindakan sewenang-wenang VOC. Salah satu contoh perlawanan di Riau yang dilancarkan oleh Kerajaan Siak Sri Indrapura. Raja Siak Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah (1723-1744) memimpin rakyatnya untuk melawan VOC.Sultan Abdul Jalil mengirimkan pasukan dibawah komando Raja Lela Muda untuk menyerang Malaka,ia selalu mengikutsertakan putramya yang bernama Raja Indra Pahlawan.

Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah wafat, sebagai gantinya diangkatlah putranya, Muhammad Abdul Jalil Muzafar Syah (1746-1760),ia menunjuk Raja Indra Pahlawan sebagai pimpinan perangnya. Sebagai strategi menghadapi serangan Raja Siak, VOC berusaha memutuskan jalur perdagangan menuju Siak. Kapal-kapal dagang yang akan menuju Siak ditahan oleh VOC.Oleh karena itu,Kerajaan Siak segera mempersiapkan kekuatan yang besar untuk menyerang VOC. Pimpinan dipercayakan kembali kepada Raja Indra Pahlawan dan Panglima Besar Tengku Muhammad Ali.

Serangan ini diperkuat dengan kapal perang “Harimau Buas” yang dilengkapi dengan lancang serta perlengkapan perang secukupnya.Terjadilah pertempuran sengit di Pulau Guntung. Sultan Siak bersama para panglima dan penasehatnya mengatur siasat baru. Mereka sepakat bahwa VOC harus dilawan dengan tipu daya. Sultan diminta berpura-pura berdamai dengan cara memberikan hadiah kepada Belanda.Siasat ini dikenal dengan “Siasat Hadiah Sultan”,siasat perang ini tidak lepas dari jasa Raja Indra Pahlawan.Oleh karena itu, atas jasanya Raja Indra Pahlawan diangkat sebagai Panglima Besar Kesultanan Siak dengan gelar “Panglima Perang Raja Indra Pahlawan Datuk Lima Puluh”.

Sejarah singkat masuknya Jepang ke Indonesia

Sejak pengeboman Pearl Harbour oleh angkatan perang Jepang pada 8 Desember 1941,serangan terus dilancarkan terhadap angkatan laut Amerika Serikat di Pasifik. Kemudian serangan Jepang juga diarahkan ke Indonesia bertujuan untuk mendapatkan cadangan logistik dan bahan industri perang.

Pada Januari 1942,Jepang mendarat dan memasuki Indonesia melalui Ambon dan menguasai seluruh Maluku.Meskipun pasukan KNIL dan pasukan Australia berusaha menghalangi, akan tetapi kekuatan Jepang tidak dapat dibendung. Daerah Tarakan di Kalimantan Timur kemudian dikuasai Jepang bersamaan dengan Balikpapan.Jepang kemudian menyerang Sumatera setelah berhasil memasuki Pontianak.

Setelah daerah-daerah di luar Jawa dikuasai, Jepang memusatkam perhatiannya untuk menguasai tanah Jawa yang saat itu sebagai pusat pemerintahan Hindia Belanda.Untuk menghadapi gerakan invasi tentara Jepang, Blok Sekutu mendirikan komando gabungan tentara yang disebut ABDACOM yang bermarkas di Lembang,dan Letnan Jendral Ter Poorten sebagai panglima ABDACOM.

Dalam pertempuran di Laut Jawa,Angkatan laut Jepang berhasil menghancurkan pasukan gabungan Belanda dan Inggris yang dipimpin oleh Laksamana Karel Doorman.Sementara itu Jendral Imamura dan pasukannya berhasil mendarat di pulau Jawa pada 1 Maret 1942,yakni di Banten oleh Jendral Imamura, Eretan Wetan – Indramayu oleh Kolonel Tonishori dan Bojonegoro oleh Mayjen Tsuchihashi. Sementara itu, Jepang tidak menyerang Jakarta, karena saat itu Jakarta disiapkan sebagai kota terbuka.

Tanggal 5 Maret 1942 Batavia jatuh ke tangan Jepang. Dengan mudah kota-kota di Jawa juga jatuh ke tangan Jepang. Akhirnya tanggal 8 Maret 1942 Jendral Ter Poorten menandatangani penyerahan tidak bersyarat kepada Jepang yang diwakili oleh jendral Imamura,kemudian peristiwa ini dikenal dengan Kapitulasi Kalijati. Dengan demikian berakhirlah masa penjajahan Belanda di Indonesia dan digantikan oleh Jepang.